Bidadari Bidadari Surga (2008)
Bidadari Bidadari Surga (2008)
Author
Rating
4.26 of 5 Votes: 4
languge
English
genre
publisher
Republika
Rate book
Pengorbanan yang tulus tidak pernah meminta sekelumit balasan apatah lagi untuk ditagih setiap pemberianLaisaKudratku ini pinjaman dari Allah. Begitu juga dengan setiap nafas yang terhela. Pasti..ya pasti akan ditanya untuk apa desah ini terus menghuni tubuh. Perlu ada jawapannya. Lalu, inilah jawapan untukMu ya Ilahi.Aku sudah mempersembahkan segala kudratku buat mereka, adik-adikku yang amat aku sayangi - Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta. Merekalah yang menjadi sinar dan kekuatan untukku walaupun aku tidak ada pertalian darah dengan mereka. Tapi, mereka memberikan aku tenaga untuk meneruskan kehidupanku diatas muka bumi ini, dilembah Lahambay. Bukan untuk menagih apa yang sudah kuberi tapi untuk memberitahu betapa aku puas melihat kalian semua berjaya. Berjaya dengan megahnya hingga mampu meneroka dunia. Melihat setiap titip peluh dan tenaga yang aku alirkan selama ini terbayar tiada kata yang bisa menggambarkan perasaanku. Aku cukup berbesar hati. Biarkan saja derita ini tinggal bersama sisa usia yang masih tersia. Sungguh, aku tidak pernah kelelahan menongkah arus.DalimunteMengapa? Mengapa aku tidak menyedari sejak mula. Bukan aku tidak pernah melihat tapi mengapa aku tidak pernah sedar. Maafkan aku kakak. Pengorbananmu tidak mampu aku bayar walaupun kejayaan ini sudah aku kecapi. Walaupun setiap katamu sudah aku turuti. Namun, hati dan jiwaku ini masih lagi kosong. Kerana kami, dirimu masih sendiri. Mengapa mereka tidak pernah melihat betapa tulus dan sucinya hatimu? Mengapa mereka hanya memandang pada kecantikan luaran? Ketahuilah, kamu tetap indah pada pandangan mataku, kak Laisa. Cantik yang setara dengan bidadari. Ketulusanmu itu sudah cukup meletakkan dirimu ditempat yang paling istimewa. Tapi, mengapa begini kesudahannya, kak Laisa. Mengapa? Mengapa hingga keakhirnya dirimu masih mahu melakukan pengorbanan? Apakah tidak pernah dijiwamu itu membenarkan walau sekelumit untuk aku berbakti padamu? Sungguh, aku tidak mampu kehilanganmu, kak.. Tak mampu!Ikanuri & WibisanaKak Laisa.... Kami mohon, Ya Allah.. nantikanlah kepulangan kami walau seminit. Seminit yang amat berharga. Kata itu pernah terluah. Tapi, percayalah saat itu kami sedang marah. Kami benci bila kakak kerap memaksa kami melakukan apa yang kami tidak suka. Sedangkan kami buta. Hanya mahu berseronok sedangkan kami tahu kak Laisa membanting tulang demi keluarga. Mahu menghapuskan kemiskinan yang membelenggu keluarga kita. Kenapa kami terlalu alpa kak? Kak Laisa... marahlah kami lagi. Pukullah kami lagi. Tapi, jangan lakukan pengorbanan yang bisa meragut nyawamu sendiri. Sesungguhnya kami amat memerlukanmu. Tanpa diri kakak, apakah kami mampu mengecapi kejayaan ini? Sudah tentu tidak. Kami menyesal kak. Menyesal kerana mengungkit sesuatu yang membuatkan dirimu menangis. Mengalirkan airmata sucimu. Jahatkan kami, kakak? Tega kami memperlakukan dirimu seperti itu. Sedangkan kamu membahayakan dirimu sendiri saat harimau itu mahu menerkam. Kamu minta kami pergi. Biarkan kamu saja yang berdepan. Kamu tidak pernah memikirkan dirimu sendiri. Mengapa kamu menghukum kami begini.Kak Laisa... walau nyawa kami menjadi taruhan, kami masih tidak mampu membayar tiap keringat yang keluar darimu. Tiap titisan itu walaupun sudah kami bayar dengan kejayaan kami, kami masih lagi berhutang denganmu. Hingga keakhirnya.YashintaSiapa? Siapa yang boleh menggelarkan kakakku begitu? aku cukup marah kerana bagiku, dia segala-galanya. Yang memahami diriku dari kecil hingga aku mengenal dunia. Katakan padaku, siapa yang bisa membahayakan dirinya. Berlarian dalam kepekatan malam dan hujan yang menderas turun tanpa memikirkan diri sendiri hanya untuk menyelamatkan adiknya yang sakit teruk? Siapa? Siapa yang bisa menahan rasa sakit dan menelan tangis kerana tidak mahu titisan itu dilihat oleh adik-adiknya? Siapa?? Siapa yang terus mengukir senyuman sedangkan kakinya sudah luka berdarah? Semua itu Kak Laisa mampu lakukan tanpa kami menyedari yang dia sebenarnya benar-benar sakit.Kak Laisa tidak pernah menangis dihadapan kami semua. Tidak setitis airmatapun yang dia titiskan dihadapan kami kerana bimbang kami tidak kuat dan terus menyerah kalah. Kalah pada kehidupan dan kemiskinan yang membelenggu. Sedangkan dia, memendam setiap kesakitan, kepedihan, kesusahan, keperitan itu sendirian. Tidak pernah memikirkan diri sendiri. Dia yang pernah jatuh pengsan tanpa sedarkan diri dan sendirian terkapar dirumah sakit tanpa ditemani sesiapa kerana saat itu kami semua sedang gembira kerana pernikahan abang-abangku yang akan berlangsung. Tanpa memikir dirinya yang sedang sakit, dia menahan segala rasa hanya untuk melihat kami bahagia.Kak Laisa... andai kakak bahagia dengan pernikahanku dan andainya ini permintaan terakhirmu, aku tunaikan.Demi Allah, engkaulah bidadari yang Dia utuskan buat kami. Lalu, kami titipkan kembali kepadaMu yan Ilahi. Dan moga dia tenang dalam persemadiannya.Sebuah novel pembangunan jiwa yang sangat meruntun hati. Baca dan bukalah minda. Tatkala membaca naskah ini, aku telah meletakkan diriku dalam jiwa Laisa. Tertanya pada diri, apakah aku mampu menjadi sekuat Laisa yang sanggup berkorban demi adik-adiknya yang yatim. Apakah aku tega menjadi setabah dirinya yang masih menyendiri saat perlian orang datang menghinggap? Sesungguh, kisah ini pennuh dengan rasa yang pelbagai.Hidupku ini perutusan Allah yang sudah direncana setiap saat berdetik. Apakah aku mampu untuk melawan takdir? Apa bisa kita seperti Laisa? Yang selalu ikhlas dan memegang erat janji? Membaca buku ini sama seperti mengenang masa lalu di kampung. Saya lahir di desa terpencil malah gak ada di peta. Kehidupan yang sangat sederhana sampai akhirnya kami juga bisa melihat dunia luar seperti Dalimunte dan adik adiknya. Jujur, kerja keras dan tanggung jawab itu yang selalu dipesankan orang tua. Terima kasih Tere Liye.
Reviews
FaisalLoco
mengharukan. sangat menginsipirasi. another masterpiece from tere liye.
krashtest
cerita cinta yang tak biasa :)
chloecupcake
really good
keele
good book
poohgurl
like
Review will shown on site after approval.
(Review will shown on site after approval)